Jurnal Khazanah Intelektual https://www.jurnalkibalitbangdajbi.com/index.php/newkiki <p>tes</p> Brida Provinsi Jambi en-US Jurnal Khazanah Intelektual 2580-8354 Analisis Indeks Pembangunan Manusia Di Provinsi Jambi https://www.jurnalkibalitbangdajbi.com/index.php/newkiki/article/view/402 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks pengeluaran, kepadatan penduduk, kemiskinan, pengangguran, dan investasi terhadap indeks pembangunan manusia pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi periode 2018 – 2024. Metode penelitian menggunakan analisis deksriptif kuantitatif. Objek penelitian kabupaten dan kota di Provinsi Jambi dalam kurun waktu 2018-2024. Alat analisis menggunakan regresi Data Panel. Hasil penelitian menunjukan bahwa indeks pengeluaran, kepadatan penduduk, dan tingkat kemiskinan berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi tahun 2018-2024, sedangkan tingkat pengangguran dan investasi tidak berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi tahun 2018-2024.</p> Lesly Ghina Devina Lesly Syamsurijal Tan Etik Umiyati Siti Khodijah Nurhayani Nurhayani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Khazanah Intelektual https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-27 2026-04-27 10 1 10.37250/khazanah.v10i1.402 Menyesuaikan Tata Kelola Lingkungan Dengan Tantangan Sosial dan Ekologis Dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati https://www.jurnalkibalitbangdajbi.com/index.php/newkiki/article/view/368 <p>Dinamika kebijakan publik di Indonesia seringkali tidak efektif dalam mengeksplorasi <br />permasalahan yang ada terkait konservasi keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan <br />untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebijakan publik yang mengatasi tantangan konservasi <br />keanekaragaman hayati melalui pendekatan studi literatur. Konservasi keanekaragaman hayati <br />sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekologis, melindungi spesies yang terancam <br />punah, dan melestarikan sumber daya alam yang vital bagi masyarakat lokal. Penelitian ini <br />mengungkapkan kesenjangan antara perumusan dan implementasi kebijakan serta <br />menawarkan perspektif baru tentang bagaimana mengoptimalkan dan mengimplementasikan <br />kebijakan pembangunan untuk hasil konservasi yang lebih baik. Dengan menganalisis berbagai <br />sumber akademis, penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya koordinasi antar instansi <br />pemerintah dan kurangnya partisipasi masyarakat merupakan hambatan utama dalam <br />mencapai tujuan konservasi keanekaragaman hayati. Penelitian ini menggunakan metode <br />tinjauan literatur sistematis yang berfokus pada tiga aspek utama: efektivitas, implementasi <br />kebijakan, partisipasi masyarakat dalam proses kebijakan, dan dampak kebijakan terhadap <br />masyarakat. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa kebijakan yang dirancang dengan <br />mempertimbangkan konteks lokal dan secara aktif melibatkan pemangku kepentingan <br />cenderung lebih berhasil dalam mencapai tujuan konservasi keanekaragaman hayati yang <br />diinginkan.</p> Hengki Fernanda DESSY ANGRAINI PEBI JULIANTO3 HADI CANDRA WAZIRMAN Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Khazanah Intelektual https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-05-05 2026-05-05 10 1 M Model Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan Danau Kerinci Dan Danau Sipin, Provinsi Jambi: Integrasi Konservasi, Ekonomi Lokal, Dan Budaya https://www.jurnalkibalitbangdajbi.com/index.php/newkiki/article/view/409 <p>Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan ekowisata berkelanjutan di Danau Kerinci dan Danau Sipin, Provinsi Jambi, yang saat ini menghadapi tantangan degradasi lingkungan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, penelitian mengidentifikasi potensi wisata alam dan budaya serta menganalisis kondisi lingkungan eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Kerinci memiliki potensi ekowisata alam dengan tingkat degradasi rendah, sementara Danau Sipin memerlukan intervensi rehabilitasi akibat pencemaran sedang. Strategi pengembangan yang dirumuskan mencakup integrasi lintas sektor melalui analisis SWOT, zonasi pemanfaatan, dan pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).</p> andri fariko Andri Fariko Liona Efrina S Freddy Ilfan Aswandi M.Rialdi Syaputra Yessi Febriani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Khazanah Intelektual https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-05-17 2026-05-17 10 1 Strategi Pengembangan Sektor Pertanian Dan Pertambangan Di Provinsi Jambi https://www.jurnalkibalitbangdajbi.com/index.php/newkiki/article/view/405 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor ekonomi yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, sekaligus menganalisis perubahan struktur ekonomi sebagai faktor pendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Di samping itu, riset ini juga merancang strategi pengembangan untuk sektor pertanian dan pertambangan sebagai sektor andalan daerah. Studi ini menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif, dengan analisis SLQ<em>, </em>DLQ, <em>Shift-Share</em> Esteban-Marquillas, serta SWOT. Data yang dianalisis berasal dari PDRB ADHK tahun 2011–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, perikanan, serta pertambangan dan penggalian merupakan sektor utama yang memiliki daya saing tinggi. Struktur ekonomi di Jambi masih dikuasai oleh sektor-sektor primer dan belum menunjukkan pergeseran berarti ke sektor industri dan jasa. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa sektor-sektor unggulan berada pada Kuadran I (strategi agresif), menandakan adanya peluang besar untuk dikembangkan melalui kebijakan hilirisasi, penerapan teknologi modern, dan penguatan tata kelola lingkungan. Temuan ini menjadi landasan strategis dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan kompetitif.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> sektor unggulan, shift-share Esteban-Marquillas, SWOT, <em>Analisis </em><em>Location Quotient (LQ)</em><em>, Analisis </em><em>Dynamic Location Quotient</em> (DLQ)</p> zainul bahri Muhammad Roihan Garry Yuesa Rosyid Muhammad Ridwan Indriyani Setyawati Vinni Aprilianti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Khazanah Intelektual https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-27 2026-04-27 10 1 Dampak Program Kuliah Kerja Lapangan Pengabdian Pada Masyarakat (KKL-PPM) Terhadap Peningkatan Kompetensi dan Pemberdayaan Masyarakat Di Pekon Muara Dua dan Karang Rejo Kabupaten Ulu Belu https://www.jurnalkibalitbangdajbi.com/index.php/newkiki/article/view/401 <p>Program KKL-PPM (Kuliah Kerja Lapangan – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) merupakan inisiatif akademik yang dirancang untuk mengaplikasikan pengetahuan mahasiswa melalui keterlibatan langsung dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program KKL-PPM dalam meningkatkan kompetensi dan pemberdayaan masyarakat di Pekon Muara Dua dan Karang Rejo, Kecamatan Ulu Belu. Penelitian ini melibatkan 385 responden dan menggunakan Smart-PLS sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKL-PPM memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi masyarakat dalam bidang kewirausahaan, literasi digital, dan praktik pertanian berkelanjutan. Selain itu, program ini mendorong pemberdayaan masyarakat dengan memperkuat partisipasi sosial, kemandirian, serta kolaborasi dalam pemecahan masalah antara mahasiswa dan warga setempat. pelaksanaan program KKL-PPM telah menghasilkan dampak positif dan berkelanjutan, serta mendorong pembelajaran berkelanjutan dan pembangunan lokal di desa sasaran. Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Bagi perguruan tinggi, hasil ini menegaskan pentingnya pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pemberdayaan dan transfer pengetahuan yang berkelanjutan. Model KKL-PPM perlu terus dikembangkan dengan pendekatan partisipatif, di mana mahasiswa berperan tidak hanya sebagai fasilitator tetapi juga sebagai mitra belajar bagi masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis terhadap pengembangan model pendidikan berbasis masyarakat. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai hubungan antara pendidikan tinggi, pemberdayaan sosial, dan peningkatan kompetensi masyarakat melalui pendekatan pembelajaran berbasis komunitas.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> KKL-PPM, Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kompetensi, Pengembangan Masyarakat Ulu Belu.</p> reza hardianpratama Khairunnisa Khairunnisa Ayu Nursari Hiro Sejati Heru Wahyudi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Khazanah Intelektual https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-30 2026-04-30 10 1 Transformasi Tata Kelola Kelapa Sawit Berkelanjutan Di Tingkat Daerah: Studi Kebijakan Rad-Ksb Provinsi Jambi https://www.jurnalkibalitbangdajbi.com/index.php/newkiki/article/view/408 <p>Pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia menghadapi tantangan keberlanjutan yang kompleks, meliputi rendahnya produktivitas pekebun swadaya, keterbatasan legalitas lahan, serta kepatuhan terhadap standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Di Provinsi Jambi, kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menyusun Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) sebagai instrumen penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas petani, dan perbaikan rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah implementasi kebijakan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) di Provinsi Jambi sebagai instrumen penguatan tata kelola usaha kelapa sawit. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik, melalui wawancara aktor kunci, kuesioner, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek sumber daya (3,8) dan struktur birokrasi (3,5) berada pada kategori baik, didukung oleh ketersediaan penyuluh dan forum multipihak, sedangkan komunikasi (2,7) dan disposisi pelaksana (2,6) masih cukup akibat rendahnya literasi regulasi petani dan penempatan SDM yang belum sesuai kompetensi. Kesenjangan legalitas lahan juga masih tinggi sehingga menghambat sertifikasi ISPO. Disimpulkan bahwa efektivitas RAD-KSB memerlukan integrasi data spasial, digitalisasi komunikasi, penyederhanaan birokrasi, serta penguatan kapasitas dan insentif pelaksana guna mewujudkan tata kelola sawit berkelanjutan di tingkat daerah.</p> Muhammad Abdul Aziz Ahmad Subhan Fuad Muchlis Roro Betharia Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Khazanah Intelektual https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-27 2026-04-27 10 1