The STATUS KEBERLANJUTAN EKOSISTEM MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR
STATUS KEBERLANJUTAN EKOSISTEM MANGROVE DI WILAYAH PESISIR Suistanability Status Of The Mangrove Ecosystem
Kata Kunci:
Sustainability, Ecosystem, Mangroves, Coastal Area, Mendahara District, Tanjung Jabung Timur RegencyAbstrak
Ekosistem mangrove memiliki fungsi yang kompleks meliputi fungsi ekologi dan fungsi ekonomi, sosial-budaya. Ekosistem ini memiliki sumber daya yang unik dan rentan terhadap degradasi habitat. Penurunan kualitas habitat dan luas wilayah biasanya terjadi karena beberapa faktor. Faktor-faktor ini dapat berasal dari faktor alam dan faktor aktivitas manusia. Faktor alam yang mempengaruhi degradasi habitat antara lain akresi, abrasi, dan sedimentasi. Faktor degradasi habitat yang berasal dari aktivitas manusia antara lain perambahan, penebangan liar, pembangunan pesisir, dan pembuatan kolam. Kawasan mangrove di pesisir Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur diidentifikasi mengalami degradasi habitat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan ekosistem mangrove di Wilayah Pesisir Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan menganalisis atribut sensitif (analisis leverage) terhadap status keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode RAPFISH digunakan untuk menganalisis empat dimensi, yaitu dimensi ekologi, ekonomi, sosial dan kelembagaan. Setelah dianalisis, akan divalidasi menggunakan metode Monte Carlo sehingga dapat menentukan nilai tegangan dan nilai R2. Penentuan atribut sensitif dilakukan dengan menggunakan analisis leverage. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa status keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada dimensi kelembagaan, ekologis dan ekonomi cukup berkelanjutan, namun pada dimensi sosial dalam status kurang berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis atribut sensitif (analisis leverage) dari 36 atribut yang digunakan, terdapat 7 atribut sensitif yang diidentifikasi mempengaruhi status keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tujuh atribut sensitif yang diidentifikasi antara lain keanekaragaman fauna, perubahan garis pantai, ketersediaan anggaran pemerintah, bantuan pemerintah, pengelolaan mangrove oleh masyarakat, konflik sosial, penegakan hukum.Diterbitkan
2025-08-04
Cara Mengutip
Merdania, A. A. (2025). The STATUS KEBERLANJUTAN EKOSISTEM MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR: STATUS KEBERLANJUTAN EKOSISTEM MANGROVE DI WILAYAH PESISIR Suistanability Status Of The Mangrove Ecosystem. Jurnal Khazanah Intelektual, 9(2), 104–120. Diambil dari https://www.jurnalkibalitbangdajbi.com/index.php/newkiki/article/view/327
Terbitan
Bagian
Articles
Copyright & Licensing
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Khazanah Intelektual

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






1.png)



